- PRINSIP GIZI PADA WANITA REMAJA DAN DEWASA
Periode adolesensia ditandai dengan pertumbuhan yang cepat (grow spurt, baik tinggi maupun berat badannya. Kebutuhan zat gizi sangat berhubungan dengan besarnya tubuh, hingga kebutuhan yang tinggi terdapat pada periode pertumbuhan yang cepat.
Nutrisi untuk Remaja
Penelitian menunjukkan bahwa remaja dan anak makan dengan persentase total kalori yang sama dalam karbohidrat, protein dan lemak. Jumlah waktu makan yang ditunda dan makan di luar rumah meningkat mulai awal remaja sampai remaja akhir. Terdapat peningkatan asupan makan siap saji yang cenderung mengandung lemak, kalori, natrium tinggi, dan rendah asam folat, serat dan vitamin A. Karakteristik pertumbuhan dan implikasi nutrisi untuk remaja adalah :
• Periode maturasi yang cepat pada fisik, emosi, social dan seksual
• Pertumbuhan mulai pada waktu ruang berbeda pada remaja yang berbeda.
• Karenanya usia fisiologik adalah indicator yang lebih valid daripada usia kronologik
• Biasanya pertumbuhan cepat pada remaja putri pada usia 10-11 tahun, puncaknya pada usia 12 tahun, dan selesai pada usia 15 tahun.
• Remaja putri mengalami deposisi lemak , khususnya di abdomen dan lingkar panggul
• Pelvis melebar dalam persiapan untuk hamil
• Remaja putri sedikit mengalami pertumbuhan jaringan otot dan tulang disbanding remaja putra
• Biasanya pertumbuhan remaja putra pada usia 12-13 tahun , puncaknya pada usia 14 tahun dan selesai pada usia 19 tahun., remaja putra mengalami peningkatan massa otot, jaringan tanpa otot dan tulang
• Periode maturasi yang cepat pada fisik, emosi, social dan seksual
• Pertumbuhan mulai pada waktu ruang berbeda pada remaja yang berbeda.
• Karenanya usia fisiologik adalah indicator yang lebih valid daripada usia kronologik
• Biasanya pertumbuhan cepat pada remaja putri pada usia 10-11 tahun, puncaknya pada usia 12 tahun, dan selesai pada usia 15 tahun.
• Remaja putri mengalami deposisi lemak , khususnya di abdomen dan lingkar panggul
• Pelvis melebar dalam persiapan untuk hamil
• Remaja putri sedikit mengalami pertumbuhan jaringan otot dan tulang disbanding remaja putra
• Biasanya pertumbuhan remaja putra pada usia 12-13 tahun , puncaknya pada usia 14 tahun dan selesai pada usia 19 tahun., remaja putra mengalami peningkatan massa otot, jaringan tanpa otot dan tulang
Nutrisi untuk dewasa
Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan makan yang baik yang diperlakukan mulai dari awal kehidupan akan meningkatkan pemulihan kesehatan pada masa dewasa. Perubahan yang diprediksi pada fisiologik dan fungsi, pendapatan dan kesehatan dan kesejahteraan psikososial dikaitkan dengan penuaan, meskipun laju dan waktu kejadiannya bervariasi di antara perubahan komposisi tubuh dan kebutuhan energi, perubahan oral.
Perlu diketahui bahwa permulaan growth spurt pada anak tidak selalu pada umur yang sama melainkan terdapat perbedaan secara individual.
Golongan umur Berat badan Tinggi badan Energy Protein
13-15 tahun 40 kg 152 cm 2220 kkal 57 gram
16-19 tahun 53 kg 160 cm 2360 kkal 62 gramsa
Perlu diketahui bahwa permulaan growth spurt pada anak tidak selalu pada umur yang sama melainkan terdapat perbedaan secara individual.
Golongan umur Berat badan Tinggi badan Energy Protein
13-15 tahun 40 kg 152 cm 2220 kkal 57 gram
16-19 tahun 53 kg 160 cm 2360 kkal 62 gramsa
STANDAR KEBUTUHAN GIZI UNTUK MASA REMAJA
Masa remaja merupakan periode dari pertumbuhan dan proses kematangan manusia, pada masa ini terjadi perubahan yang sangat unik dan berkelanjutan. Perubahan fisik karena pertumbuhan yang terjadi akan mempengaruhi status kesehatan dan gizinya. Ketidakseimbangan antara asupan kebutuhan atau kecukupan akan menimbulkan masalah gizi, baik itu berupa masalah gizi lebih maupun gizi kurang.
Status gizi dapat ditentukan melalui pemeriksaan laboratorium maupun secara antropometri. Kekurangan kadar hemoglobin atau anemi ditentukan dengan pemeriksaan darah. Antropometri merupakan cara penentuan status gizi yang paling mudah dan murah. Indeks Massa Tubuh (IMT) direkomendasikan sebagai indikator yang baik untuk menentukan status gizi remaja.
Masalah gizi pada remaja akan berdampak negatif pada tingkat kesehatan masyarakat, misalnya penurunan konsentrasi belajar, risiko melahirkan bayi dengan BBLR, penurunan kesegaran jasmani. Banyak penelitian telah dilakukan menunjukkan kelompok remaja menderita/mengalami banyak masalah gizi. Masalah gizi tersebut antara lain Anemi dan IMT kurang dari batas normal atau kurus. Prevalensi anemi berkisar antara 40%-88%, sedangkan prevalensi remaja dengan IMT kurus berkisar antara 30%-40%. Banyak faktor yang menyebabkan masalah ini. Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab yang mempengaruhi masalah gizi tersebut membantu upaya penanggulangannya dan lebih terpengaruh dan terfokus. Sumber:
Standar kebutuhan gizi masa dewasa
Jumlah kebutuhan energi seseorang pada dasarnya berbeda tergantung pada umur, jenis kelamin, berat badan, dan aktifitas seseorang. Sebagai contoh, seseorang laki-laki dewasa (20 – 59 tahun) dengan barat badan 62 kg, tinggi 165 cm dan aktifitas sedang membutuhkan energi kurang lebih 3000 kilo kalori, sedangkan bila wanita dewasa berat 54 kg tinggi 156 cm dengan aktifitas sedang membutuhkan 2250 kilo kalori. Apabila orang yang sama dengan aktifitas lebih berat, maka kebutuhan bagi laki-laki sebesar 3600 kilo kalori dan wanita 2600 kilo kalori.
Masa remaja merupakan periode dari pertumbuhan dan proses kematangan manusia, pada masa ini terjadi perubahan yang sangat unik dan berkelanjutan. Perubahan fisik karena pertumbuhan yang terjadi akan mempengaruhi status kesehatan dan gizinya. Ketidakseimbangan antara asupan kebutuhan atau kecukupan akan menimbulkan masalah gizi, baik itu berupa masalah gizi lebih maupun gizi kurang.
Status gizi dapat ditentukan melalui pemeriksaan laboratorium maupun secara antropometri. Kekurangan kadar hemoglobin atau anemi ditentukan dengan pemeriksaan darah. Antropometri merupakan cara penentuan status gizi yang paling mudah dan murah. Indeks Massa Tubuh (IMT) direkomendasikan sebagai indikator yang baik untuk menentukan status gizi remaja.
Masalah gizi pada remaja akan berdampak negatif pada tingkat kesehatan masyarakat, misalnya penurunan konsentrasi belajar, risiko melahirkan bayi dengan BBLR, penurunan kesegaran jasmani. Banyak penelitian telah dilakukan menunjukkan kelompok remaja menderita/mengalami banyak masalah gizi. Masalah gizi tersebut antara lain Anemi dan IMT kurang dari batas normal atau kurus. Prevalensi anemi berkisar antara 40%-88%, sedangkan prevalensi remaja dengan IMT kurus berkisar antara 30%-40%. Banyak faktor yang menyebabkan masalah ini. Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab yang mempengaruhi masalah gizi tersebut membantu upaya penanggulangannya dan lebih terpengaruh dan terfokus. Sumber:
Standar kebutuhan gizi masa dewasa
Jumlah kebutuhan energi seseorang pada dasarnya berbeda tergantung pada umur, jenis kelamin, berat badan, dan aktifitas seseorang. Sebagai contoh, seseorang laki-laki dewasa (20 – 59 tahun) dengan barat badan 62 kg, tinggi 165 cm dan aktifitas sedang membutuhkan energi kurang lebih 3000 kilo kalori, sedangkan bila wanita dewasa berat 54 kg tinggi 156 cm dengan aktifitas sedang membutuhkan 2250 kilo kalori. Apabila orang yang sama dengan aktifitas lebih berat, maka kebutuhan bagi laki-laki sebesar 3600 kilo kalori dan wanita 2600 kilo kalori.
2.gizi pada bayi dan balita
Semua zat gizi tentu penting untuk tumbuh-kembang otak anak. Tetapi beberapa zat gizi esensial sangat dibutuhkan agar otak bayi dan balita berkembang optimal!
Proses perkembangan sel otak berlangsung sejak janin masih dalam kandungan. Proses ini dipengaruhi oleh status nutrisi sang ibu. Apabila kurang salah satu zat gizi, misalnya asam folat (B 9) terjadi pada 4 minggu sesudah pembuahan, maka janin akan mengalami gangguan perkembangan otak. Itulah sebabnya, ibu hamil harus memperhatikan asupan makanan, terutama kecukupan dan komposisi gizi. Demikian pula, ibu menyusui.
Proses perkembangan sel otak berlangsung sejak janin masih dalam kandungan. Proses ini dipengaruhi oleh status nutrisi sang ibu. Apabila kurang salah satu zat gizi, misalnya asam folat (B 9) terjadi pada 4 minggu sesudah pembuahan, maka janin akan mengalami gangguan perkembangan otak. Itulah sebabnya, ibu hamil harus memperhatikan asupan makanan, terutama kecukupan dan komposisi gizi. Demikian pula, ibu menyusui.
Proses tumbuh-kembang otak tak berhenti hanya sampai ketika anak lahir. Setelah lahir sampai umur 2 tahun, otak bayi mengalami proses pertumbuhan yang luar biasa. Ada beberapa zat gizi yang diperlukan anak untuk membantu perkembangan otaknya:
· Asam lemak tak jenuh
Sumber makanannya berasal dari ASI, aneka jenis ikan (tenggiri dan tuna), sayuran berwarna hijau, minyak nabati.
Sumber makanannya berasal dari ASI, aneka jenis ikan (tenggiri dan tuna), sayuran berwarna hijau, minyak nabati.
· Kalori dan protein
Sumber makanannya berasal dari daging sapi, daging ayam, ikan, telur, minyak ikan, tempe dan tahu.
Sumber makanannya berasal dari daging sapi, daging ayam, ikan, telur, minyak ikan, tempe dan tahu.
· Zat besi
Sumber makanan berasal dari hati, daging merah, telur, ikan, padi, gandum, sayuran hijau.
Sumber makanan berasal dari hati, daging merah, telur, ikan, padi, gandum, sayuran hijau.
· Kelompok vitamin B
Sumber makanannya berasal dari padi, gandum, aneka kacang, ikan, daging hewan tanpa lemak, olahan susu dan aneka sayuran.
Sumber makanannya berasal dari padi, gandum, aneka kacang, ikan, daging hewan tanpa lemak, olahan susu dan aneka sayuran.
· Seng
Sumber makanannya berasal dari daging, hati ayam, seafood, susu, kacang-kacangan dan biji-bijian.
Sumber makanannya berasal dari daging, hati ayam, seafood, susu, kacang-kacangan dan biji-bijian.
Pemberian makanan yang cukup dan seimbang akan memenuhi kebutuhan gizinya. Memenuhi kebutuhan gizi bayi dan balita sama dengan memenuhi hak anak untuk bertumbuh dan berkembang secara optimal. Tentu Anda takkan mengabaikannya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar